oleh

Zlatan Ibrahimovic Nobatkan Diri Jadi Dewa Milan

Mantan Pelatih AC Milan, Inter Milan, dan Juventus, Alberto Zaccheroni menilai kehadiran Zlatan Ibrahimovic lebih memiliki pengaruh ketimbang Cristiano Ronaldo. Zaccheroni tentunya berani mengeluarkan pendapat seperti itu setelah melihat fakta yang terjadi di lapangan.

Saat ini, AC Milan yang dibela Zlatan Ibrahimovic bercokol di puncak klasemen sementara Liga Italia 2020-2021. Rossoneri sukses menyapu empat pertandingan pertama Liga Italia musim ini dengan kemenangan, sehingga mereka mendulang 12 poin.

Lebih luar biasa lagi, Milan telah mengarungi 20 pertandingan di semua kompetisi tanpa kekalahan, terhitung sejak musim lalu. Padahal, sebelum kedatangan Ibra, Milan kerap kesulitan untuk bisa menampilkan performa yang konsisten, apalagi bersaing di papan atas.

Maka dari itu, Zaccheroni menilai Ibra sebagai pemain yang memberikan pengaruh lebih besar terhadap tim yang dibelanya ketimbang Ronaldo. Hal ini tentunya tak lepas dari peran Ibra di dalam tim.

Selain mengemban tugas untuk mencetak gol lantaran dirinya adalah seorang striker, Ibra juga menjadi mentor bagi para pemain muda Milan. Jika dibandingkan dengan tim-tim lain di Liga Italia musim ini, skuad Milan memiliki rata-rata usia termuda.

“Dia (Ibrahimovic) abadi dan saya masih tidak mengerti mengapa dia tidak pernah memenangkan Ballon d’Or. Di Italia, dia telah menggeser keseimbangan lebih dari Ronaldo,” ujar Zaccheroni, seperti dilansir dari Football Italia, Selasa (20/10/2020).

“Bukan kebetulan bahwa banyak pemain muda tumbuh secara signifikan sejak kedatangannya. Dia tidak hanya mencetak gol, dia mengirimkan kepercayaan kepada semua rekan satu timnya, membawa tim di pundaknya di saat-saat sulit,” lanjut Zaccheroni.

Bahkan, di usianya yang kini sudah menginjak 39 tahun, Ibra masih dapat dikatakan sangat produktif. Di musim kompetisi 2020-2021 Ibra telah melakoni tiga pertandingan bersama Milan dan membukukan lima gol.

Zaccheroni sendiri mengaku menyesal karena sepanjang berkarier sebagai pelatih ia tidak pernah memiliki kesempatan untuk menangani Ibra. Padahal, Ibra adalah sosok pemain yang fenomenal.

“Saya telah melatih para juara hebat dalam karier saya, dari (Oliver) Bierhoff hingga (George) Weah hingga Adriano. Tetapi satu-satunya penyesalan yang saya miliki adalah saya tidak pernah melatih Ibrahimovic,” kata Zaccheroni.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed